• PhoneHP : +62 813-1893-2331
  • Emailalvaromarine@yahoo.com
  • AddressBranch Office : Jl. Taman Harapan Indah, Ruko Taman Puspa Blok HO1 No.61A Bekasi , Shipyard: Jl. Nuntati, No.3 Dsn. Kmp. Baru, Ds. Laha, Kec. Teluk Ambon-Maluku. 97236
  • Open Hours08.00 - 17.00 WIT
  • PhoneHP : +62 813-1893-2331
  • Emailalvaromarine@yahoo.com
  • AddressBranch Office : Jl. Taman Harapan Indah, Ruko Taman Puspa Blok HO1 No.61A Bekasi , Shipyard: Jl. Nuntati, No.3 Dsn. Kmp. Baru, Ds. Laha, Kec. Teluk Ambon-Maluku. 97236
  • Open Hours08.00 - 17.00 WIT

MARINE ARTICLES

KAMI SIAP MEMENUHI KEBUTUHAN ANDA DALAM PERAWATAN KAPAL ATAU KEBUTUHAN KAPAL BARU DI GALANGAN KAMI

PENGERTIAN UMUM

  1. Pemeliharaan Kapal adalah kegiatan perawatan dan perbaikan kapal yang dilaksanakan sendiri atau pihak lain baik pada masa operasi atau diluar masa operasi kapal, dalam rangka mempertahankan kelaiyakan kapal sehingga dapat beroperasi secara maksimal.
  2. Rencana Kerja Pemeliharaan Kapal adalah rencana kegiatan yang di prioritaskan penyelesaiannya selama kurun waktu tertentu yang meliputi rencana kerja pemeliharaan, kebutuhan material /peralatan dan suku cadang kapal.
  3. Perawatan kapal adalah semua kegiatan yang harus dilaksanakan oleh anak buah kapal (ABK) untuk mencegah atau menghindarkan timbulnya perbaikan kapal yang tak terduga dalam masa operasi.
  4. Perbaikan Kapal adalah kegiatan yang direncanakan secara periodik sesuai persyaratan / regulasi Badan Klasifikasi dan Pemerintah, serta pekerjaan yang tidak dapat direncanakan / diperkirakan sebelumnya atau tidak terduga selama kapal dalam masa operasi.
  5. Perbaikan Yang Direncanakan adalah perbaikan yang harus dilaksanakan secara periodik sesuai persyaratan / regulasi dari Badan Klasifikasi dan Pemerintah yang meliputi: Docking Repair,Continous Survey Machine (CSM), Continous Survey Hull (CSH), Boiler Survey.
  6. Perbaikan Terduga adalah perbaikan yang lazim disebut Running Repair meliputi: Kegiatan perbaikan yang mendesak dan tidak dapat ditangguhkan selama kapal dalam masa operasi.
  7. Emergency Repair yaitu tindakan perbaikan yang mendesak karena adanya keadaan darurat kapal, yaitu keadaan mendadak yang tidak diperkirakan sebelumnya dan dapat membahayakan kesalamatan jiwa manusia, kapal, muatan, kelestarian lingkungan atau dapat mengganggu operasi perusahaan, sehingga perlu segera dilaksanakan penanggulangannya, dimana jika dilaksanakan dengan prosedur biasa dapat menimbulkan kerugian yang lebih besar lagi.
  8. Perbaikan Khusus adalah perbaikan yang membutuhkan keahlian khusus dan harus dilengkapi dengan sertifikat, data dan test serta rekomendasi dari tenaga specialist.
  9. Damage Repair adalah perbaikan yang dilaksanakan, akibat adanya kecelakaan pada kapal dalam masa operasi, sehingga kapal harus keluar operasi, yang memerlukan fasilitas galangan ataupun perbaikan terapung (floating repair).
  10. Kebutuhan Material adalah rencana untuk menentukan jenis dan volume sejumlah material yang dibutuhkan untuk melengkapi rencana kegiatan pemeliharaan dan perbaikan dan menjamin pelaksanaan pemeliharaan dan perbaikan, yang meliputi kebutuhan material untuk perawatan,perbaikan, running store, administrasi kapal dan perlengkapan anak buah kapal.
  11. Running store adalah kebutuhan minimum sejumlah material, peralatan dan suku cadang yang harus disiapkan diatas kapal dalam masa operasi agar rencana kerja perawatan kapal dapat dilaksanakan dengan sebaik-baiknya oleh anak buah kapal.

 

  1. PENYUSUNAN RENCANA KERJA
  2. Rencana Kerja Docking Repair Schedule docking repair disusun dan ditetapkan berdasarkan masa laku surat-surat kapal atau sesuai dengan ketentuan Badan Klasifikasi dan Pemerintah. Sesuai regulasi schedule docking dilaksanakan setiap 2 tahun untuk Annual Survey dan setiap 5tahun untuk Special Survey.

 

  • DOCKING KAPAL

Pengedokan adalah suatu proses memindahkan kapal dari air/laut ke atas dock dengan bantuan fasilitas pengedokan. Untuk melakukan pengedokan kapal ini, harus dilakukan persiapan yang matang dan berhati-hati mengingat spesifikasi bentuk kapal yang khusus dan berbeda-beda setiap kapal

 

  1. KONDISI UMUM FASILITAS GALANGAN KAPAL

Galangan kapal berfungsi untuk merawat, dan memperbaiki kapal yang akan melakukan pemeliharaan kapal. Fasilitas Galangan kapal antara lain : Dok Kolam (Graving Dock), Dock Apung (Floating Dock), Dock Tarik (Slip Way), Dock Angkat (Syncrolife Dry Dock) yang bisa menampung sesuai dengan kapasitas kapal baik terbuat dari kapal fiber, alumunium, baja, atau kayu dengan rata-rata waktu  perbaikan selama 5 hari atau 14 hari tergantung dari tingkat kerusakan kapal.

 

  1. PERALATAN PADA AREA DOCKING

Pada proses docking peralatan yang digunakan sebagian besar masih manual, namun terdapat juga peralatan elektrik dan mekanik. Kondisi peralatan di galangan kapal masih bagus karena proses perawatan yang rutin dilakukan oleh pihak galangan kapal.

Peralatan yang digunakan pada area docking galangan kapal antara lain :

 

Fasilitas yang digunakan Jenis Fasilitas
Slipway Mekanik
Mesin Mekanik
Kredell Mekanik
Balok samping Manual
Balok Lunas Manual
Tali PPD (Polypropylene Dead Line) Manual
Kuas cat Manual
Meteran Manual
Bor listrik Peralatan Elektrik
Gerinda Mesin Peralatan Elektrik

 

 

 

 

 

 

 

  1. PELAYANAN REPARASI

Pelayanan reparasi pada galangan kapal dimulai  dari pemilik atau penanggung jawab kapal yang menghubungi pihak ke galangan untuk meminta mendaftarkan kapalnya dan masuk dalam antrian perbaikan. Kemudian, pihak dari galangan kapal akan mengeluarkan surat izin dan surat nomor antrian kapal. Proses selanjutnya pihak galangan akan menginformasikan kepada pemilik atau penanggung jawab kapal untuk memasukkan kapalnya ke area docking. Tahapan pada area docking adalah persiapan docking kapal, proses docking kapal, dan pasca docking kapal.

 

  • PERSIAPAN DOCKING KAPAL

Tahapan persiapan docking dimulai dari pendaftaran kapal yang akan melakukan perbaikan, pendaftaran untuk docking bisa dilakukan oleh pemilik kapal atau kapten kapal yang sedang bergerak mendekati pelabuhan, sesudah kapal terdaftar kapal akan menuju area docking. Penanggung jawab area docking akan menyiapkan dokumen yang nantinya akan diisi oleh pihak pemilik kapal atau kapten kapal. Terlebih dahulu tim pelaksana akan dibagikan job description, setelah itu mereka akan bekerja sesuai dengan job description yang sudah diberikan. Berikut Tahapan Persiapan Docking Kapal pada Kapal Fiber, antara lain :

1.1 Pendaftaran kapal
1.1.1 Menghubungi pihak docking
1.1.2 Menyiapkan berkas yang diperlukan
1.2 Kapal masuk ke area docking
1.2.1.1 Memastikan kondisi area docking
1.2.1.2 Memastikan ketersediaan tempat untuk kapal berlabuh menunggu antrian docking
1.2.2 Mengontrol jalur slipway
1.2.2.1 Mengecek kondisi rell slipway
1.2.2.2 Membersihkan sampah yang ada di jalur slipway
1.2.2.3 Memberikan kode bahwa jalur slipway siap digunakan
1.2.3 Mengontrol mesin slipway
1.2.3.1 Menyalakan mesin slipway
1.2.3.2 Memberikan kode bahwa mesin slipway siap digunakan
1.3 Memposisikan kapal
1.3.1 Menyiapkan peralatan yang dibutuhkan
1.3.1.1 Memberikan kode bahwa peralatan sudah lengkap
1.3.2 Mendatangi kapal di kedalaman yang sudah ditentukan
1.3.2.1 Mengecek kondisi kapal yang akan digunakan sebagai transportasi
1.3.2.2 Menaiki kapal kecil dan bergerak menuju kapal yang siap docking
1.3.3 Meluruskan posisi kapal
1.3.3.1 Menaiki kapal yang akan melakukan perbaikan
1.3.3.2 Bergerak ke haluan kapal
1.3.3.2.1 Meluruskan posisi kapal agar sesuai dengan jalur slipway
1.3.3.2.2 Memberikan kode bahwa kapal sudah lurus
1.3.3.3 Bergerak ke buritan kapal
1.3.3.3.1 Meluruskan posisi kapal agar sesuai dengan jalur slipway
1.3.3.3.2 Memberikan kode bahwa kapal sudah lurus
1.3.3.4 Turun dari atas kapal
1.4 Mengaitkan badan kapal pada rell slipway
1.4.1. Menyelam ke dalam air
1.4.1.1 Menambah balok pada bagian bawah kapal
1.4.1.2 Memberikan kode bahwa kapal sudah siap untuk ditarik
1.5 Penarikan kapal
1.5.1.1 Memastikan operator slipway sudah siap
1.5.1.2 Mengoperasikan mesin slipway
1.5.3 Mengoleskan oli pada tali penarik
1.5.4 Membersihkan teritip
1.5.4.1 Membersihkan teritip pada bagian bawah kapal
1.5.4.2 Membersihkan teritip pada bagian atas kapal
1.5.5 Memastikan kapal sudah sepenuhnya berada diatas area docking
1.6 Penyelesaian proses persiapan
1.6.1 Mematikan mesin slipway
1.6.2 Menyimpan peralatan yang sudah digunakan

 

  • PROSES DOCKING KAPAL

Tahapan proses docking kapal dimulai dengan proses pengecekan kapal, dilanjutkan dengan brushing kapal yaitu membersihkan badan kapal dari sisa-sisa teritip yang menempel pada badan kapal, dan juga membersihkan cat   pada badan kapal yang sudah terkelupas.

Setelah melakukan brushing kapal dilanjutkan dengan proses mendempul atau scrab kapal yaitu proses membersihkan bekas cat badan kapal dan melakukan proses pakal sampai dengan kegiatan pengolesan dempul. Tahapan proses docking kapal, antara lain :

 

2.1 Pengecekan kapal
2.1.1 Pembongkaran propeler kapal
2.1.2 Merencanakan perbaikan tambahan
2.1.3 Menentukan besaran biaya tambahan
2.2 Brushing kapal
2.2.1.1 Menyiapkan peralatan
2.2.1.2 Menyalakan mesin gerinda
2.2.2.1 Bergerak ke bagian bawah badan kapal
2.2.2.2 Menggerinda bagian bawah badan kapal
2.2.2.3 Bergerak ke bagian atas kapal
2.2.3.1. Menaiki Tangga
2.2.3.2. Menggerinda bagian atas badan kapal
2.2.4 Turun dari atas kapal
2.2.5 Menyimpan Peralatan
2.3 Mendempul kapal
2.3.1 Menyiapkan peralatan untuk mendempul kapal
2.3.2 Membersihkan celah-celah lambung kapal
2.3.3 Melakukan proses pakal
2.3.4 Mengoleskan epoxy
2.3.5 Menyiapkan campuran dempul
2.3.5.1 Bergerak ke bagian atas badan kapal
2.3.5.2 Mendempul bagian atas badan kapal
2.3.6.1 Bergerak ke bagian bawah badan kapal
2.3.6.1 Mendempul bagian bawah badan kapal
2.4 Mengecat kapal
2.4.1 Menyiapkan peralatan untuk mengecat
2.4.2 Membuka kaleng cat yang baru
2.4.3 Mengaduk cat
2.4.4 Melakukan proses pengecatan
2.4.4.1 Mengecat bagian bawah kapal
2.4.4.2 Mengecat bagain atas kapal
2.5 Pasca pengecatan
2.5.1 Menyimpan peralatan
2.5.2 Memberikan kode bahwa peralatan sudah tersimpan

 

  1. PASCA DOCKING KAPAL

Tahapan pasca dimulai dari pengecekan kapal dari berkas-berkas pemilik kapal dan tampilan fisik kapal yang sudah melalui tahap perbaikan, jika sekiranya saat dilakukan cek ada bagian kapal yang rusak, maka akan di koordinasikan dengan pemilik/penanggung jawab kapal untuk melakukan proses penggantian/perbaikan dari bagian yang rusak tersebut. Jika tahap perbaikan sudah tidak ada maka dilanjutkan untuk pengecekan kapal.

Setelah dilakukan pengecekan kapal, dilanjutkan dengan proses penurunan kapal yang dilakukan oleh pihak docking atau tim pelaksana, seluruh tim pelaksana akan bersiap untuk melakukan proses penurunan kapal. Tahapan pasca docking kapal, antara lain :

 

 

 

 

 

3.1 Pengecekan kapal
3.1.1 Menyiapkan berkas yang diperlukan
3.1.2 Pengecekan berkas kapal untuk penurunan kapal
3.1.3 Persiapan undocking kapal, menyiapkan peralatan
3.1.3.1 Memastikan ketersedian tempat untuk kapal turun ke dalam perairan
3.1.4 Memberikan kode bahwa area docking aman terkendali
3.2 Memastikan kondisi rell dan mesin slipway
3.2.1.1 Mengontrol jalur slipway
3.2.1.2 Mengecek kondisi rell slipway
3.2.1.3 Memberikan kode bahwa jalur slipway siap digunakan
3.2.2 Mengontrol mesin slipway
3.2.2.1 Mengecek kondisi mesin silpway
3.2.2.2 Menyalakan mesin slipway
3.2.2.3 Memberikan kode bahwa mesin slipway siap digunakan
3.3 Penurunan kapal
3.3.1.1 Memastikan operator slipway sudah siap
3.3.1.2 Mengoperasikan mesin slipway
3.3.1.3 Mengoleskan oli pada tali penarik
3.3.2 Menyiapkan peralatan yang dibutuhkan
3.3.2.1 Memberikan kode bahwa peralatan sudah lengkap
3.3.3 Mendatangi kapal di kedalaman yang sudah ditentukan
3.3.3.1 Mengecek kondisi kapal yang akan digunakan sebagai transportasi
3.3.3.2 Menaiki kapal kecil dan bergerak menuju kapal yang siap docking
3.3.3.3 Menyelam ke dalam air
3.3.3.4 Melepaskan balok pada bagian bawah kapal
3.3.3.5 Memberikan kode bahwa balok sudah dilepaskan
3.3.3.6 Kembali ke area docking
3.3.3.7 Menyimpan peralatan
3.4. Membersihkan area docking
3.4.1 Membuang sampah kaleng cat, dan sampah lainnya

 

Demikian Standart Operating Procedure ( SOP ) ini dibuat untuk dapat digunakan sebagai pedoman bagi petugas Pelayanan pemeliharaan, perawatan dan perbaikan.